
first of all, introduce my name Ranung Sakti Aryapangga who knows thankfully who does not know now know right. I come from the village of Bayan, Bayan Subdistrict, I am the first child of three siblings, I grew up in a village with very high traditional values.
Lombok is widely known for its many tourist attractions.
But I will not discuss tourist attractions in Lombok I will discuss my place of birth where there is an early historical site the entry of Islam in Lombok became the first mosque that ever stood in Lombok. The mosque is located on a hill surrounded by several tombs these propagators of Islam, estimated to have been built hundreds of years ago, by a preacher.
This mosque was founded in the 17th century, which means that he was more than 300 years old. Bayan Subdistrict is indeed a gateway for the entry of Islam on the island of Lombok. It was in this district that Islam was first introduced, and the Bayan Beleq Mosque was the first mosque to be built on this island. The mosque was used for traditional events and Islamic holidays.
In this village women usually weave in addition to traditional customs, and the advancement of the technology is now made into various forms of goods such as clothes, shoes, and others. Many traditional events may not be counted but there is one, in my opinion, the most awaited by indigenous peoples i.e. mauled adat 2 days after the birth of the name Muhammad. Where women and men use their respective traditional clothing, were in each birth cloth or clothes will be made. This event is held 2 days 1 night wherefrom the afternoon until the morning the bitter melon will be trained to fight and compete with each other using Keegan rattan determined how many injuries can be received or the opponent claims to be defeated there is a ko system where the enemy is pouring blood is considered to be defeated. Specifically, my village wherein every major customary event all indigenous peoples in Lombok will come and celebrate in the first mosque in my village.
The mosque is still used according to its function, but the worshipers and kia’i usually worship there. Besides maintaining cultural sites, it is also to maintain the beliefs of indigenous peoples where people who used to worship had to hide to enter the mosque because the first religion in Lombok was Hindu Buda. There is also a relic of the Qur’an written in a very long roll of white cloth
I have a lot to tell, but if you want to know more, please come in person where nature is not contaminated by the trash of its citizens, who are smiling and simplicity that will always make you miss this island.
pertama-tama perkenalkan nama saya ranung sakti aryapangga yang tau syukur yang tidak tau sekarang tau kan . Saya berasal dari desa bayan kecamatan bayan ,saya anak pertama dari tiga bersaudara ,saya besar didesa yang nilai adat istiadatnya sangat tinngi .
Lombok banyak di kenal karna banyak tempat wisatanya .
Tapi saya tidak akan membahas tentang tempat wisata yang ada di lombok saya akan membahas tempat lahir saya dimana ada situs sejarah awal masuknya agma islam di lombok menjadi masjid pertama yang pernah berdiri di lombok .Masjid yang letak posisinya di atas sebuah bukit yang di kelilingi beberapa makam para penyebar agama Islam ini, diperkirakan dibangun ratusan tahun lalu, oleh seorang muballigh.
Masjid ini berdiri pada abad ke-17, yang berarti usianya telah lebih dari 300 tahun. Kecamatan Bayan memang gerbang masuknya Islam di Pulau Lombok. Di kecamatan inilah, Islam pertama kali diperkenalkan, dan Masjid Bayan Beleq merupakan masjid pertama yang berdiri di pulau ini.masjit ini di gunakan untuk acara adat dan hari besar islam .
Di desa ini para ibu-ibu biasanya menenun selain untuk kperluan adat ,dan majunya teknologi hsil tenunya sekarang di jadikan berbagai bentuk barang baik baju,sepatu dan lainya.banyak sekali acara adat mungkin tidak terhitung tapi ada satu mnurut saya yang paling di tunggu masyarakat adat yaitu maulid adat 2 hari setelah maulid nama muhamad. Dimana para wanita dan pria menggunakan pakaian adat masing masing dimana di setiap kelahiran kain atau pakean ini akan di buat . Acara ini di adakan 2 hari 1 malam di mana dari sore sampai pagi para peria akan di latih bertarung dan di adu satu sama lain menggunakan rotan kemengan di tentukan berapa banyak luka yang di dapat atau si lawan mengaku kalah ada sistem ko di mana musuh yang bercucuran darah di anggap kalah telak .spesialnya desa saya dimana di setiap acara besar adat semua masyarakat adat yang ada di lombok akan datang dan merayakannyadi masjid pertama yang ada di desa saya .
Masjid ini masi di gunakan sesuai fungsinya tapi yang biasanya beribdah di sana adalah para penghulu dan kia’i .selain menjaga situs budaya juga untuk menjaga kepercayaan masyarakat adat yang di mana dahulu orang yang beribdah harus sembunyi untuk masuk ke masjid karena agama pertama di lombok adalah hindu buda .ada pula peninggalan sebuah al qur’an yang di tulis dalam sebuah gulungan kain putih yang sangat panjang
Banyak hal yang ingin saya ceritakan tapi jika mau tau lebih lanjut silahkan datang sendiri dimana alamnya tidak terkontaminasi oleh sampah warganya yang murah senyum dan kesederhanaan yang akan selalu membuat mu rindu dengan pulau ini.